Jumat, 29 April 2016

MAKANAN KHAS PALEMBANG

HALO WONG KITO GALO!! APO KABARNYO

waduuh sebagai mahasiswi rantauan pastinya kita merindukan berbagai macam wisata kuliner yang ada di daerah kita masing masing. Oh iya sebelumnya udah pada tau belum , ciri khas makanan palembang itu apaa? pastinya kalian semua menjawab PEMPEK kan?

Pempek
Pempek merupakanan makanan khas palembang yang terbuat dari ikan yang dihaluskan serta sagu, telur, garam, dsb. Oh iya, pempek disajikan dengan saus atau sering disebut dengan 'cuko'. Nah saya akan menjelaskan secara singkat sejarah pempek. Menurut sejarahnya pempek telah ada di palembang yaitu sekitar abad ke-16, saat Sultan Mahmud Badaruddin II berkuasa di kesultanan Palembang Darussalam. Nama pempek diyakini berasal dari sebutan "apek" yaitu sebutan lelaki tua keturunan Cina. Berdasarkan cerita rakyat, sekitar tahun 1617 seorang apek berusia 65 tahun yang tinggal di daerah Perakitan (tepian sungai musi)  merasa prihatin menyaksikan tangkapan ikan yang berlimpah di Sungai Musi yang belum seluruhnya dimanfaatkan dengan baik, hanya sebatas digoreng dan dipindang. Ia kemudian mencoba alternatif pengolahan lain. Ia mencampur daging ikan giling dengan tepung tapioka, sehingga dihasilkan makanan baru. Makanan baru tersebut dijajakan oleh para apek dengan bersepeda keliling kota. Oleh karena penjualnya dipanggil dengan sebutan "pek … apek", maka makanan tersebut akhirnya dikenal sebagai empek-empek atau pempek. Namun cerita rakyat ini patut ditelaah lebih lanjut karena singkong baru diperkenalkan bangsa Portugis ke Indonesia pada abad 16. Selain itu velocipede (sepeda) baru dikenal di Perancis dan Jerman pada abad 18. Selain itu Sultan Mahmud Badaruddin baru lahir tahun 1767. Juga singkong sebagai bahan baku sagu baru dikenal pada zaman penjajahan Portugis dan baru dibudidayakan secara komersial tahun 1810. Walaupun begitu sangat mungkin pempek merupakan adaptasi dari makanan Cina seperti baso ikan, kekian ataupun ngohyang.Pada awalnya pempek dibuat dari ikan belida. Namun, dengan semakin langka dan mahalnya harga ikan belida, ikan tersebut diganti dengan ikan gabus yang harganya lebih murah, tetapi dengan rasa yang tetap gurih.
Pada perkembangan selanjutnya, digunakan juga jenis ikan sungai lainnya, misalnya ikan putak, toman, dan bujuk. Dipakai juga jenis ikan laut seperti tengfgiri, kakap, parang-parang, ekor kuning, dan ikan sebelah. Juga sudah ada yang menggunakan ikan dencis , ikan lele serta ikan tuna putih.




















10 komentar: